Senin, 18 Maret 2019

Pengertian Struktur Sosial dan Faktor Pembentuknya


Artikel sebelumnya telah dijelaskan tentang stratifikasi sosial dan konflik sosial, sebelum mempelajari tersebut, alangkah lebih baik, kita belajar dulu apa itu struktur sosial. Ini disebabkan dalam struktur sosial terdapat diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial. Untuk tahu lebih jauh, simak penjelasan di bawah ini.


Pengertian Struktur Sosial

Struktur merujuk pada pola interaksi yang kurang lebih tetap dan mantap, terdiri dari jaringan relasi sosial hierarkis dan pembagian kerja tertentu, ditopang oleh kaidah, peraturan, dan nilai budaya. Dalam sosiologi, “struktur” digunakan untuk semua unsur sosial budaya sehingga menyebabkan ciri itu, dan oleh karena itu, dinamakan dengan “unsur struktural”.

Ralph Linton dalam Murdiyatmoko (2008) menyatakan bahwa struktur sosial mengenal dua konsep yaitu status dan peran. Status diartikan sebagai kumpulan hak dan kewajiban. Sedangkan, peran merupakan tugas yang dikerjakan berdasarkan pada hak dan kewajiban yang merupakan statusnya.

Negara Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk dan multidimensional yang terkotak-kotak secara horizontal maupun vertikal. Adapun faktor yang menyebabkan pengkotaan secara horizontal menghasilkan diferensiasi sosial atau penggolongan sosial. Sedangkan, faktor yang menyebabkan pengkotaan secara vertikal menghasilkan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial. Oleh karena itu, dapat dikatakan suatu struktur mengacu pada hubungan yang terjadi diantara unsur, di mana bagiannya saling tergantung dan membentuk pola tertentu.


Faktor yang Membentuk Ketidaksamaan Sosial

Pilihan menjadi faktor pembentuk dalam diferensiasi sosial. Sedangkan dalam stratifikasi sosial, faktor pembentuknya menurut Soerjono Soekanto dalam Murdiyatmoko (2008) yaitu (1) unsur-unsur sistem stratifikasi terdiri dari distribusi hak-hak istimewa yang objektif, kriteria sistem pertentangan, sistem bertetangga yang diciptakan warga masyarakat, mudah atau sulitnya bertukar kedudukan, dan lambang-lambang kedudukan; dan (2) sistem sosial yang berpokok pada sistem pertentangan di masyarakat.


Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial merupakan proses memperoleh hak dan kewajiban individu di masyarakat yang berbeda satu sama lain, berdasarkan etnis, agama, gender, suku bangsa, dan ras, namun tidak menunjukkan adanya tingkatan yang lebih rendah maupun lebih tinggi. 

Diferensiasi dapat berubah menjadi stratifikasi jika perbedaan hak dan kewajiban digunakan sebagai ukuran dalam rangka memperoleh hak istimewa dalam kekayaan, martabat, dan kekuasaan. Meskipun demikian, tidak semua diferensiasi menjadi stratifikasi sosial sebab di masyarakat terdapat kekuatan yang mendorong penghapusan perbedaan diantara sesama. Lebih lanjut, diferensiasi sosial, dibedakan berdasarkan etnis, agama, gender, suku bangsa, dan ras.

Etnis. Etnis berbeda dengan ras sebab kelompok etnis mengacu pada kelompok sosial yang perbedaannya ada pada kriteria kebudayaan, bukan pada biologis. 

Agama. Agama berisi tentang sekumpulan kepercayaan yang ada dalam ritual yang sama dan dianggap sakral, melebihi kehidupan duniawi, menimbulkan kekaguman dan penghormatan, dan penegasan kepercayaan dengan melaksanakan ritual yaitu aktivitas keagamaan.

Jenis kelamin dan gender. Perbedaan secara gender merupakan cara berperilaku yang berbeda antara laki-laki dan perempuan yang ditentukan oleh kebudayaan, dan kemudian menjadi bagian dari kepribadiannya. Sedangkan, peran gender merupakan pola sikap dan tingkah laku yang diharapkan masyarakat berdasarkan jenis kelamin yang dibuat oleh masyarakat dan diturunkan oleh satu generasi ke generasi selanjutnya melalui agen sosial.

Suku bangsa. Merupakan golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial yang lain sebab memiliki ciri-ciri yang mendasar (tipe fisik, bahasa daerah, kesenian, dan adat) dan umum berhubungan dengan asal-usul dan tempat asal serta kebudayaan.

Klan. Merupakan kekerabatan dengan cara menarik garis keturunan secara unilateral, baik dari pihak ayah maupun pihak ibu. Apabila kelompok kekerabatan menarik garis keturunan dari pihak ibu dinamakan dengan matrilineal, sedangkan jika dari pihak ayah dinamakan dengan patrilineal. 

Ras. Merupakan kategori individu yang diberikan secara turun menurut dan terdapat ciri-ciri fisik dan biologis tertentu yang bersifat khas. Jika menyebutkan satu kelompok ras, ini artinya bukan merujuk pada sifat kebudayaan kelompok, namun ciri fisiknya.  

Demikian penjelasan tentang struktur sosial, yang terbagi menjadi diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial (yang sudah dijelaskan diartikel sebelumnya).

Daftar Pustaka
Murdiyatmoko, J. 2008. Sosiologi Memahami dan Mengkaji Masyarakat untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung: Grafindo Media Pratama.